Makassar – Tim peneliti STIK Makassar telah melaksanakan kegiatan Realisasi Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) melalui penelitian berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi Keluarga Cara’de terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Survei Stunting: Studi Kuasi-Eksperimental.” Penelitian ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pendanaan Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang bertujuan menghasilkan inovasi berbasis teknologi dalam mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Skema PDP merupakan salah satu program pendanaan penelitian bagi dosen pemula untuk meningkatkan kapasitas riset dan menghasilkan luaran ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan penelitian diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, puskesmas, dan pengelola Posyandu sebagai mitra pelaksanaan penelitian. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada kader Posyandu mengenai tujuan penelitian, mekanisme pelaksanaan, serta pemanfaatan Aplikasi Keluarga Cara’de sebagai media digital untuk mendukung pelaksanaan survei stunting.
Pada tahap implementasi, para kader Posyandu memperoleh pelatihan intensif mengenai penggunaan aplikasi, meliputi penginputan data keluarga, identifikasi faktor risiko stunting, pencatatan hasil pengukuran antropometri, serta penyusunan laporan hasil survei. Setelah pelatihan, kader memanfaatkan aplikasi secara langsung dalam kegiatan survei stunting di wilayah kerja Posyandu dengan pendampingan dari tim peneliti.
Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pengukuran pengetahuan dan keterampilan kader sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemanfaatan aplikasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas penggunaan media digital dalam meningkatkan kompetensi kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Selama pelaksanaan penelitian, antusiasme kader Posyandu terlihat sangat tinggi. Peserta aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, simulasi penggunaan aplikasi, hingga praktik lapangan. Pemanfaatan aplikasi dinilai membantu kader dalam melakukan pencatatan data secara lebih cepat, sistematis, dan meminimalkan kesalahan administrasi sehingga proses survei stunting menjadi lebih efektif.
Ketua tim peneliti menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah berupa publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan rekomendasi kebijakan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah, puskesmas, maupun Posyandu dalam upaya meningkatkan kualitas deteksi dini stunting.
Melalui realisasi Hibah Penelitian Dosen Pemula ini, STIK Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan kader Posyandu yang adaptif terhadap transformasi digital sekaligus berkontribusi pada percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.