Pada kegiatan ini telah dilaksanakan di beberapa daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan penelitian diantaranya daerah Soppeng, Jeneponto, Bantaeng dan menyusul daerah Sinjai. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebermanfaatan aplikasi Caradde dalam mengidentifikasi potensi keluarga yang stunting (menuju caradde) dengan keluarga tidak stunting (caradde), sehingga program ini dapat memberi nilai keberlanjutan dalam pelaksanaan pencegahan stunting sedini mungkin. Analisis ini dilakukan dengan tehnik mix method dengan menggali informasi baik dengan kuisioner maupun dengan indepth interview (wawancara mendalam) dengan beberapa sasaran diantaranya kader posyandu, Bidan, ibu hamil, ibu balita, dan kepala Puskesmas sebagai informan kunci.
Platform keluarga caradde hadir sebagai sebuah pendekatan ilmiah yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal yang membantu masyarakat untuk memudahkan mengidentifikasi masalah utama yang ada pada keluarganya sehingga sedapat mungkin dapat ditanggulangi dan mencegah kejadian stunting pada keluarga sedini mungkin. Hadirnya keluarga caradde dalam Bahasa Makassar Adalah nilai kecerdasan, dalam filosofinya berarti kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya yang lebih positif. Dengan demikian platform ini hadir sebagai salah satu instrument dalam mengukur dan mengidentifikasi potensi stunting yang bisa terjadi dalam keluarga.
Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan stakeholder dan kader menyampaikan harapan bahwa sedianya program ini akan lebih banyak menjangkau wilayah yang lebih luas dan program ini tetap berkesinambungan karena nilai kebermanfaatan yang dihasilkan begitu nyata bagi pencegahan stunting pada keluarga dan masyarakat. Ketua tim riset ini dilaksanakan oleh Esse Puji Pawenrusi, bersama tim dengan melibatkan beberapa dosen peneliti dan mahasiswa, kolaborasi penelitian ini dapat terlaksana dengan baik dengan Kerjasama yang terjalin dengan beberapa stake holder dari masing masing puskesmas dan posyandu sasaran.